Pria yang memiliki andil besar dalam pembuatan platform Problink ini sehari-harinya bekerja sebagai software engineer pada sebuah perusahan e-commerce yang berkantor di Jakarta dan Bandung. Di sela-sela kesibukannya memperhatikan, membuat dan memastikan setiap baris kode di depan layar komputer berjalan dengan lancar, Problink sukses mewawancarai beliau melalui voice call. Siapa orang yang super sibuk ini?

Adalah Ade Yahya Prasetyo, atau yang akrab dipanggil Ade. Lahir sebagai anak pertama dari dua bersaudara pada tanggal 1 Juni 1995 di Probolinggo. Berikut ini hasil interograsi Problink kepada (((bapak))) satu anak ini. Hahahaha~

Potrait Ade Yahya Prasetyo

Apa saja 3 kata yang bisa digunakan untuk menggambarkan sosok Ade?

Semangat, unbreakable dan fun, mungkin. Hahahah...

Semangat karena tiap hari aku selalu belajar, entah itu yang berhubungan dengan karir atau diluar karir. Misal dulu waktu masih sekolah pengen banget jadi programmer, meski baca buku programming sekali sampai lima kali tidak paham, aku gak nyerah dan gak down, bakal terus membaca ulang sampai paham.

Ubreakable karena seingatku, aku tidak pernah berhenti melakukan sesuatu hanya karena kegagalan, entah itu dalam urusan belajar, karir, atau percintaan hahaha.

Fun karena gampang guyon, mudah bersosialisasi, Istriku sering geleng kepala karena misal sedang beli cilok, saat itu juga aku bisa bikin obrolan ngalor ngidul sama si tukang ciloknya. Tapi meski gampang guyon, aku orangnya gak suka ketika guyon tidak ditempatkan pada tempatnya, misal lagi meeting serius trus guyon.

Dimana Ade menghabiskan masa kecil?

Jadi aku dari desa Bantaran, Probolinggo. Dari sekian memori masa kecil yang paling mengesankan adalah momen-momen saat dibelikan mainan baru oleh orangtua terus langsung dibongkar. Dipreteli. Dan aku bersyukur jarang dimarahin. Hehe... Rasa ingin tahu yang besar dan habit ini kebawa sampai dewasa. Aku juga menyukai banyak hal seperti fotografi, permesinan, mekanik, desain, blogging, pokoknya suka semua yang berhubungan dengan kreativitas. Dukungan keluarga itu penting bagi perkembangan anak. Itu yang terutama.

Apa yang membuat Ade tertarik atau terobsesi dengan dunia IT?

Hmmm... IT? Kayaknya lebih pas istilah dunia programming ya. Rasanya enak bisa bekerja duduk di depan komputer membuat sesuatu, berkarya tanpa perlu banyak modal. Aku bisa seharian lho betah menghadap layar, kalau nerd sih bisa dibilang gitu, tapi fleksibel juga.

Sejak kapan suka dengan dunia programming?

Pertama kali kenal dunia programming itu sejak punya hape Symbian. Gawai satu-satunya pada saat itu yang bisa dipasang program aplikasi sebelum munculnya Android. Pada masa itu sulit sekali mencari program aplikasi yang bisa di-install. Nah, saking susahnya, aku penasaran gimana caranya bikin program sendiri. Dari situ muncul keinginan dan passion untuk mengembangkan program-program sendiri melalui skill coding. Oh ya, aku bukan lulusan SMK jurusan Teknik Informatika, malah seorang alumni MA Ummul Quro di Kropak angkatan 2013. Sempat kuliah di UNTAG Surabaya. Tapi memutuskan DO karena ngerasa lingkungan pertemanan membuat diri tidak berkembang. Lebih banyak main, futsal, dan kongkow-kongkow gitu. Sampai akhirnya memilih kerja di PT Dezign Online Solution sambil mengasah kemampuan.

Ade bersama Achmad Zaky, Founder & CEO Bukalapak

Menurut Ade, bagaimana potensi dunia IT dan programming di Probolinggo?

Dunia IT itu sangat prospective ya. Namun sayangnya masih banyak anak muda yang beranggapan kalau hal tersebut tidak keren. Seperti di Probolinggo ini, sesuatu yang keren itu cuma ‘motor dan drag bike’. Bisa dibuktikan pas malam minggu di sekitaran alun-alun, Jalan Suroyo dan dekat Kantor Walikota Probolinggo, banyak tuh moge-moge atau motor modif yang dipamerkan oleh beberapa komunitas. Padahal programming itu juga keren abis. Aku juga udah bikin forum Komunitas Probolinggo Dev via Telegram yang membahas dan sharing-sharing ilmu perkodean buat anak-anak muda di Probolinggo. Responnya positif.

Eh, cerita dikit dong tentang ProbolinggoDev. Itu apa'an?

ProbolinggoDev itu dalah tempat dimana orang-orang professional dan yang sedang belajar di bidang programming berkumpul bersama dan saling sharing, berbagi side job, atau merintis startup.

Apa yang memotivasi Ade untuk membuat Probolinggo Dev? Berapa jumlah anggotanya sekarang?

Saya bukan founder dari ProbolinggoDev, hanya saja kebetulan saya adalah ketua dalam periode 2018 - 2019 ini. Saat ini sih anggota di telegram 152, tapi itu hanya berdasarkan jumlah akun telegram, sepertinya lebih banyak yang passive daripada yang active. Kalau sedang meetup seingat saya tidak pernah sampai 30 orang, jadi bisa dibilang kurang dari 30 orang.

Seberapa besar pengaruh Probolinggo terhadap Ade?

Probolinggo membuat saya berpikir keras untuk bagaimana keluar dari kota ini, belajar dan merantau di kota lain untuk kemudian kembali ke tanah lahir dan memberikan sumbangsih berarti bagi kemajuan dunia programming di bumi Banger. Jujur aja, dulu aku sulit banget mencari tutor atau orang yang bisa diajak belajar programming bareng di Probolinggo ini. Dengan keterbatasan-keterbatasan itu, akhirnya sering baca-baca buku, praktik dan semuanya itu dilakukan secara autodidak. Materi yang sudah kupelajari sering ku-upload di media YouTube dan bikin tutorial di blog, semata-mata untuk sharing ilmu dan pembuktian kalau ini lho ada programmer dari Probolinggo.

Buku apa yang Ade suka baca?

Inferno-nya Dan Brown. Karena suka gitu, terinspirasi cara berpikir dia. Seakan-akan melalui tulisannya benar-benar dibawa terbang-terbang kalau materi propaganda-propaganda itu nyata, latar belakang kota Paris-nya masuk. Padahal itu fantasi. Totalitas berkarya harusnya seperti itu.

Kalau tokoh idola Ade siapa?

Kalau tokoh idola aku Elon Musk. Elon Musk itu kayak bener-bener gak peduli sama uang, berinovasi terus, benar-benar berkarya. Kenal figur Elon Musk sejak beliau invented Tesla. Tapi kalau orang-orang yang menginspirasi menurut aku tuh banyak. Semua orang. Gak ada orang yang spesifik, inspirasi datang dari random people, tiap harinya.

Prestasi yang pernah Ade raih?

Prestasi apa ya? Hahaha..... Aku dulu pas masih MA pernah 3 kali juara. Yang pertama lomba design poster tingkat provinsi sebagai juara harapan 2 mewakili Kab. Probolinggo. Terus lomba blogging se-daerah Tapal Kuda di UNEJ sebagai juara 2 dan lomba blogging juga, juara 3 di kota sendiri di acara Go-Blog'kan Probolinggo.

Buat Ade, hal yang paling berkesan selama terjun di dunia programming apa?

Duduk bersama orang yang kubayangkan saat masih jadi pemula dulu. Saat ini sih udah merasa sejajar ya sama mereka. Kebayang kan duduk bersama orang-orang besar, lulusan S2 ITB atau bekerja bareng mantan karyawan Amazon.com. Rasanya itu kayak sesuatu yang benar-benar impas, terbayarkan gitu. Walau aku gak ada ijazah. Jangan jadikan ijazah sebagai standard lah.

IDN MEDIA, tempat Ade bekerja dulu

Goals Ade di masa mendatang apa?

Sebuah goal? Pengen ngajar sih, pengen bikin buku, pengen bikin impact ke banyak orang lah. Tapi itu setelah bekerja di Giant Tech Company seperti Google atau Facebook. Ambil ilmunya terus pengen bikin company sendiri. Mungkin di titik itu ya aku merasa telah berhasil.

Apa pendapat Ade tentang kesuksesan?

Wahh.... Aku tidak tahu arti sukses. Kalau hitungannya duit, aku kadang masih galau meski ada duit hahaha, mungkin suskses buat aku adalah ketika kita dapat memberikan impact yang baik terhadap hal di sekitar kita.

Pesan untuk anak muda Probolinggo?

Berharap anak muda Probolinggo yakin dengan diri sendiri serta concern dengan potensi mudanya. Belajar dan mengembangkan diri itu bukan cuma di sekolah saja. Sebab aku melihat sesuatu yang salah dengan pendidikan kita, dengan institusi pendidikan kita. Apalagi kalau sekolah kejuruan, yang malah bikin siswa benci ke jurusannya sendiri.

Aku berharap anak-anak probolinggo mulai sadar kalau sekolah bukan satu-satunya tempat belajar sebab kalau ngandelin sekolah itu ndak cukup. Harus kumpul di komunitas, banyak kumpul dan belajar bareng tentang berbagai hal seperti kesenian, fotografi, programming, robotic, desain, grafiti, literasi atau automotive. Probolinggo secara keseluruhan peran serta komunitas masih kurang mendominasi, wawasannya juga kurang, perlu peran pemerintah sih seperti Kelas Inspirasi yang pernah diadakan oleh Komunlis.

*Ade Yahya Prasetyo dapat dihubungi di adeyahyaprasetyo@gmail.com