Komunlis, Kelas Inspirasi dan grand final Kang Yuk Kota Probolinggo adalah beberapa acara yang tak bisa dilepaskan dari sentuhan tangan dinginnya. Tapi, sebenarnya pria penggemar bulu tangkis ini lebih menyukai matematika. Ya, coba tes saja, dia bisa menghitung berapa dua ribu lima ratus empat puluh satu dikali tiga puluh lima ditambah akar empat puluh sembilan (fiiiuuuhhh) tanpa menggunakan kalkulator. Luar biasa bukan!

Dan, ada satu lagi ada satu lagi kelebihannya... (ya, kalo boleh hal yang satu ini disebut kelebihan atau prestasi sih). Tahun lalu, tubuh pria yang tingginya hanya 165 cm ini, pernah mencapai berat 1 ton. Yup, benar. Dia sempat mengalami obesitas. Untunglah, dia segera sadar, walhasil berkat komitmennya menjalani diet dan hidup sehat, pria penyuka olah raga bulu tangkis ini berhasil memangkas bobot butuhnya jadi seukuran 2 kantong beras 25 kilogram.

Kini, dia pun ingin membagi kecintaannya pada matematika dan pola hidup sehatnya untuk Anda~

Sebutkan 3 hal yang menggambarkan seorang Hari Setiawan?

Pengingat yang kuat, rame tapi gak banyak sih, hehehee, dan banyak yang bilang bisa bikin nyaman. Eaaaaa. Hehehe. Bundadari kali ah.

Di mana Hari menghabiskan masa kecil?

Masa kecil aku habiskan di Mayangan, deketnya komplek Benteng, tepatnya di Jalan Ikan Lumba-lumba No.6 Probolinggo.

Hal apa yang paling dikenang dari masa kecil?

Hal yang paling dikenang dari masa kecil tuh waktu bermain di kolam ikan milik Pabrik Simping. Tepatnya H-1 lebaran, tahunnya lupa, kira-kira kelas 4 SD. Tangan ini tertusuk besi yang membatasi kolam tersebut karena emang kolam ikan tersebut bukan sarana bermain.  Jadi, saat dilarang dan dimarahi sama penjaganya, memanjatlah diri ini ke besi pembatas. Dan, dengan beban tubuh yang saat itu seberat truk tronton, maka terjadilah insiden berdarah tersebut. Hahahaha. Oh iya, sekedar informasi, Pabrik Simping ini dulunya merupakan pabrik sarung terkenal di Probolinggo. Sayangnya, saat ini tak berproduksi lagi. Selain itu, yang dikenang waktu adalah saat-saat belum ada gadget. Anak-anak waktu itu mainnya bendan, main gobak sodor, lompat tali, main kreweng, dodol-dodolan nggawe godhong, jumprit singit, dan lain-lain.

Apa yang memotivasi Hari mencintai dunia 'Matematika' dan terjun ke dunia bimbingan belajar ?

Yang pastinya agar ilmu yang pernah didapatkan nggak berhenti. Maksudnya, agar ilmu itu tetap lekat dan tidak lupa. Salah satu caranya yaitu dengan mengajarkannya kembali. Kemudian seneng ama karakter anak -anak yang pastinya berbeda-beda sehingga bisa menganalisis bagaimana memilih metode belajar untuk anak didik.

Kalau dunia Matematikanya? Jujur, bagi Problink sendiri itu mata pelajaran yang paling nggak disukai waktu sekolah lho...

Hahahaha. Sebenernya sih sama. Matematika adalah salah satu pelajaran yang juga tidak aku sukai pas SD. Cuma... mulai jatuh cinta sama Matematika itu kurasa pas kelas 2 SMP. Karena suka dengan cara mengajar gurunya. Terima kasih Bu Sulastri yang bisa membuat saya jatuh cinta sama Matematika.

Sejak kapan nih, Hari ngajar dan menekuni dunia bimbingan belajar?

Kalo ditanya sejak kapan, mungkin secara gak langsung udah dimulai sejak SMP. Hehehe. Karena dulu sering jadi tutor sebaya buat temen-temen kelas, memberi penjelasan ulang materi yang sudah dijarkan, apalagi waktu ada PR dan ulangan, hmmmm.... bisa utuh ini uang saku karena jajan udah ditanggung ama temen yang minta diajari. Hehehe. Maklum, harus ngumpulin uang saku buat bayar SPP. Itung-itung mengurangi beban orang tua.

Bagaimana sih potensi bimbingan belajar di Kota Probolinggo?

Sangat bagus yaaa... karena yang gak ada matinya. Dan salah satu aspek yang paling penting untuk membangun sebuah bangsa adalah pendidikan, jadi... bimbingan belajar akan terus dibutuhkan. Terbukti, sekarang di Probolinggo menjamur tempat-tempat bimbingan belajar.

Oia, ada tips nggak? Bagaimana sih cara Hari agar bimbingan belajar yang Hari miliki bisa tetap bersaing dengan bimbel-bimbel yang ada?

Yang pasti memberikan rasa nyaman dulu kepada anak didik. Mengetahui karakternya. Metode pembelajaran yang menyenangkan, dan yang pasti membangun kepercayaan orang tua dengan menunjukkan hasil maksimal.

Kabarnya dulu juga sempat obesitas ya? Ceritain dong, gimana caranya bisa kempes seperti ini!

Iyaaaa... dulu sempet berat badan ini kaya karung gabah. Menyentuh angka 90 kilogram. Alhasil sempet ada julukan "Panter". Pandek Bunter. Pendek dan bulat. Hahahahaha. Bisa sampai sekarang ini inspirasi awalnya dari Mbak Vivi. Yang awalnya juga mengalami obesitas terus bertransformasi menjadi cantik. Memiliki tubuh yang ideal. Iri dong ya.... Maka, terpaculah diri ini untuk menerapkan pola hidup sehat.

Untungnya juga ada partner yang juga mulai menerapkan pola hidup sehat. Ikut salah satu klub nutrisi. Dengan penerapan pola makan yang pastinya juga harus diimbangi dengan olahraga. Olahraganya mulai dari jogging pagi dan sore. Terima kasih Kak Stebby yang juga waktu itu menjadi partner yang sama-sama berjuang untuk mencapai tubuh ideal.

Kalau berat.... awalnya sih berat yaa denganpola makan yang menghindari ini itu. Tapi karena sudah menjadi kebiasaan, alhamdulillah, sampai saat ini menikmati hasilnya. Mengutip perkataan Elvira Devinamira, katanya, "Tak ada hasil yang mengkhianati usaha."

Buku apa yang Hari baca saat kecil?

Saat kecil baca buku-buku cerita fabel, dongeng, dan cerita-cerita mistis. Hehehe. Nyolong-nyolong baca buku kakak sih. Oh iya, baca majalah Hidayah juga. Hehehe.

Siapa penulis idolamu?

Masalah penulis idola aku gak fanatik-fanatik gitu sih, tapi suka Leila Aboulela dan Habiburrahman El Shirazy.

Menurut Hari, apa definisi keberhasilan? Dan sejauh ini keberhasilan atau prestasi apa yang paling berkesan? Kenapa?

Keberhasilan menurut aku ketika kita bisa "memberi". Tak hanya materi yaaa.... Hehehe. Menjadi maanfaat bagi orang lain sesuai dengan keterampilan yang kita miliki. Dan  keberhasilan yang paling utama bagi aku ketika kita bisa berdamai dengan diri sendiri. Hehehe.

Jika ditanya prestasi yang paling berkesan, gak cuman satu yaa.... Hehehe. Hmmmm saat lolos sebagai Finalis Duta Wisata Kang dan Yuk Kota Probolinggo 2007 dan jadi Kang Persahabatan, Bisa lulus kuliah meski harus bekerja full time. Mmmm... waktu SD terpilih menjadi pemimpin upacara, dan satu lagi, bisa membentuk usaha sesuai bakat.

Apa harapan Hari kepada generasi muda di Probolinggo?

Bisa memberikan kontribusi sesuai degan minat dan bakat yang dimiliki. Bangunlah kota sendiri. Putra-Putri Probolinggo yang ada di kota-kota tetangga, jangan lupa tengoklah "rumah"mu ini! (Problink)

Hari Setiawan bisa dihubungi di:
FB: Setiawan Hary
IG: @harisetiawan1709