Problink kembali menemui sosok pemuda yang memberikan warna untuk Probolinggo, dia adalah Rizqy Ridho Ilahi. Kesan  awal bertemu dengan pria yang akrab di sapa Qiqi ini, begitu asik dan menyenangkan. Probolinggo menjadi tempat kelahirannya dan yang unik dia memiliki dua tanggal lahir, yaitu pada tanggal 28 Novemeber 1994 versi akta dan versi asli menurut orang tuanya dia lahir pada tanggal 20 November 1994, ada kesalahan pencatatan di kantor Catatan Sipil.

Pribadi Rizky Ridho Ilahi

Baiklah, kita akan berbincang banyak dengan Qiqi mengenai Rumah Sastra Gandes dan budaya gotong royong.

Sebutkan 3 hal yang menggambarkan Rizqi?

Cinta, persaudaran, dan cita-cita. Bahwa ketiga hal tersebut saling berkaitan. Sebuah cita-cita besar (yang berkaitan dengan sosial), hanya dapat di capai dengan persaudaraan yang didukung oleh cinta.

Di mana Rizqi menghabiskan masa kecil?

Saya menghabiskan masa kecil di desa tercinta, di Desa Bago.

Hal apa yang paling dikenang dari masa kecil?

Bermain bersama teman-teman sepanjang waktu. Bermain di alam bebas, seperti bermain bola di lapangan desa, atau mandi di sungai yang jernih.

Apa arti Probolinggo bagi Rizqi?

Probolinggo itu atribut kebesaran, yang menjelaskan tempat dimana kita lahir.

Mendirikan Rumah sastra Gandes apakah termasuk bukti cinta terhadap Probolinggo? Atau seperti apa?

Secara umum, Rumah sastra gandes kami dirikan untuk kecintaan kami kepada budaya yang kami miliki, budaya gotong royong. Namun, secara khusus, rumah sastra gandes kami dirikan sebagai bukti cinta kepada tanah air probolinggo. Sebagai bentuk upaya untuk tetap merawat nilai luhur jiwa bangsa kita.

Oh iya, kembali jelasin dong apa itu Rumah Sastra Gandes! Apa saja kegiatannya? Dan berapa jumlah anggotanya?

Rumah sastra gandes adalah perkumpulan (komunitas) anak muda yang sangat menjunjung tinggi nilai gotong royong, dengan menjadikan kesenian sebagai media untuk merawat nilai gotong-royong itu sendiri. Sejauh ini, kegiatan kami masih fokus dengan kegiatan pagelaran-pagelaran kesenian yang kami adakan di pelosok-pelosok desa. Kami tidak memiliki jumlah anggota tetap, karena gandes memiliki semangat persaudaraan yang tidak terbatas.

Momen Salah Satu Pagelaran Kesenian dari Rumah Sastra Gandes 

Pagelaran pertama kali dan yang begitu mengesankan dimana?

Semua pagelaran mengesankan dan meninggalkan kenangan manis. Namun, ada kegiatan sosial yang sangat membekas di hati kami, ketika Gandes pertama kali terbentuk. Saat itu, secara kebetulan Gandes terbentuk menjelang bulan ramadhan, Gandes bikin acara bagi-bagi takjil. Awalnya mau membagikan takjil di jalan raya, namun, kami berpikir kurang tepat sasaran, karena para pengguna jalan adalah warga sekitar. Akhirnya, lokasi bagi-bagi takjil kami ganti ke RS. Waluyo Jati. Kami blusukan disana, membagikan takjil. Sesuatu yang mengesankan saat bagi-bagi takjil, ketika para keluarga pasien menyangka kita sebagai pedagang nasi. Hehe

Apakah Rizqi suka baca buku? Kalau iya, buku apa yang suka dibaca?

Saya hanya suka baca. Kalau baca buku jarang, karena lebih suka baca artikel. Buku yang paling saya suka, biasanya tentang perjuangan-perlawanan sosial.

Kalau tokoh idola Rizqi siapa?

Saya mengidolakan bapak presiden pertama indonesia, ir. Soekarno. Saya juga mengidolakan gus dur dan cak nun, sebagai guru spiritual.

Apa pendapat Rizqi tentang sebuah kesuksesan?

Bagi saya, kesuksesan adalah kebermanfaatan. Sebab, kebermanfaatan tidak dapat di ukur oleh materi.

Apa pesan untuk anak muda Probolinggo?

Kawan muda probolinggo harus menjadi kiblat bagi teguhnya persaudaraan dan perjuangan sesama. Karena saat ini, kita sudah meninggalkan cita-cita bersama. Sehingga, perjuangan dilakukan secara perorangan.